Minnesota Timberwolves harus mengakhiri perjalanan mereka di Playoff NBA 2026 setelah kalah telak dari San Antonio Spurs pada Gim 6 semifinal Wilayah Barat. Timberwolves tumbang dengan skor 109-139, hasil yang membuat Spurs memastikan kemenangan seri dan melaju ke babak berikutnya. Pertandingan tersebut berjalan berat bagi Timberwolves sejak awal. Spurs tampil agresif, menjaga tekanan, dan tidak memberi banyak ruang bagi Minnesota untuk membangun momentum. Bahkan, San Antonio sempat unggul hingga 37 poin dalam pertandingan tersebut. Pada kuarter keempat, Spurs masih memimpin jauh dengan skor 128-95 saat waktu tersisa 8 menit 1 detik. Dalam situasi itulah Anthony Edwards melakukan tindakan yang kemudian menjadi sorotan besar.
Edwards Salami Bangku Cadangan Spurs Sebelum Laga Selesai
Momen kontroversial terjadi ketika Edwards menghampiri bangku cadangan Spurs dan memberi selamat kepada para pemain serta staf lawan. Gestur itu dilakukan ketika pertandingan masih menyisakan lebih dari delapan menit.
Bagi sebagian orang, tindakan Edwards dianggap sebagai bentuk sportivitas. Ia terlihat menerima kekalahan dan memberi penghormatan kepada Spurs yang tampil lebih baik sepanjang seri.
Namun, tidak sedikit yang menilai gestur tersebut terlalu cepat. Dalam pandangan mereka, seorang pemimpin tim seharusnya tetap menunjukkan semangat bertarung sampai pertandingan benar-benar berakhir, meskipun peluang comeback sangat kecil.
Udonis Haslem Kritik Sikap Edwards
Mantan pemain Miami Heat dan juara NBA tiga kali, Udonis Haslem, menjadi salah satu tokoh yang paling keras mengkritik Edwards. Menurut Haslem, tindakan tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang pemimpin tim saat pertandingan masih berjalan.
Haslem menilai Edwards masih perlu berkembang dari sisi kepemimpinan. Ia menyebut bahwa seorang pemimpin tidak seharusnya menunjukkan tanda menyerah di depan rekan-rekannya, terutama saat masih ada waktu tersisa.
Menurut Haslem, memberi selamat kepada lawan adalah hal yang wajar setelah pertandingan selesai. Namun, melakukannya ketika laga masih berlangsung bisa memberi kesan bahwa tim sudah tidak lagi memiliki semangat untuk melawan.
Dirk Nowitzki Juga Terkejut
Legenda NBA Dirk Nowitzki juga ikut menyoroti keputusan Edwards. Nowitzki mengaku belum pernah melihat momen seperti itu sepanjang pengalamannya di NBA.
Bagi Nowitzki, masalahnya bukan pada tindakan memberi penghormatan kepada lawan. Ia menilai sportivitas tetap penting, terutama di babak playoff. Namun, waktu pelaksanaannya menjadi persoalan utama.
Menurut pandangan tersebut, jabat tangan setelah pertandingan adalah bagian dari rasa hormat. Tetapi jika dilakukan sebelum bel akhir berbunyi, gestur itu bisa dipahami sebagai tanda menyerah terlalu dini.
Kritik Berubah Jadi Perdebatan Kepemimpinan
Insiden ini kemudian berkembang menjadi perdebatan lebih luas soal kepemimpinan Anthony Edwards. Sebagai wajah utama Timberwolves, Edwards diharapkan menjadi pemain yang terus menjaga energi dan mental tim, bahkan dalam situasi tertinggal jauh.
Dalam playoff, standar untuk pemain bintang biasanya lebih tinggi. Mereka tidak hanya dinilai dari statistik, tetapi juga dari sikap, bahasa tubuh, dan cara memimpin tim saat berada di bawah tekanan.
Karena itu, tindakan Edwards dipandang sebagian pihak sebagai momen yang kurang ideal. Meski Timberwolves hampir pasti kalah, banyak yang tetap berharap Edwards menunjukkan semangat kompetitif hingga penguasaan bola terakhir.
Edwards Jelaskan Alasannya
Setelah pertandingan, Edwards memberikan penjelasan mengenai momen tersebut. Ia mengatakan bahwa pada saat itu dirinya menyadari tidak akan kembali bermain lagi. Karena itu, ia memilih memberi penghormatan kepada Spurs atas performa mereka.
“Pada titik itu, Anda tahu Anda tidak akan bisa masuk kembali, jadi Anda hanya mencoba memberi mereka rasa hormat yang pantas mereka dapatkan,” kata Edwards.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa Edwards melihat tindakannya sebagai bentuk sportivitas, bukan tanda tidak peduli. Namun, respons publik dan para mantan pemain menunjukkan bahwa momen tersebut tetap dianggap kontroversial.
Performa Edwards di Gim 6
Secara statistik, Edwards tetap menjadi pencetak poin terbanyak untuk Timberwolves. Ia mengakhiri pertandingan dengan 24 poin, 2 rebound, 2 asis, dan 3 steal.
Namun, efisiensi tembakannya tidak terlalu baik. Edwards hanya memasukkan 9 dari 26 tembakan dari lapangan, atau sekitar 34,6 persen. Dari garis tiga angka, ia mencatat 2 dari 7 tembakan, sementara dari garis lemparan bebas ia memasukkan 4 dari 7 percobaan.
Pertahanan Spurs, terutama keberadaan Victor Wembanyama, membuat Edwards kesulitan menemukan ritme serangan. Minnesota pun tidak mampu mengejar ketertinggalan besar yang sudah tercipta sejak awal laga.
Spurs Menang Meyakinkan
San Antonio Spurs tampil sangat dominan sepanjang pertandingan. Mereka bermain konsisten, menjaga intensitas, dan tidak membiarkan Timberwolves membangun peluang comeback.
Stephon Castle menjadi salah satu pemain terbaik Spurs dalam laga tersebut. Ia mencetak 32 poin, 11 rebound, dan 6 asis dengan akurasi tembakan sangat tinggi. Castle memasukkan 11 dari 16 tembakan dari lapangan dan 5 dari 7 tembakan tiga angka.
Setelah pertandingan, Castle juga menanggapi gestur Edwards. Ia mengaku belum pernah melihat hal seperti itu, tetapi menganggapnya sebagai tindakan yang keren karena menunjukkan rasa hormat setelah seri yang kompetitif.

