Site icon BLOG SPORT

Ben Simmons Jadi Sorotan sebagai Kekecewaan Besar NBA

Ben Simmons Jadi Sorotan sebagai Kekecewaan Besar NBA

Pemain asal Australia, Ben Simmons, kini banyak disebut sebagai salah satu kekecewaan terbesar yang pernah dihasilkan NBA pada abad ini. Pada usia baru 29 tahun, ia tidak memiliki klub dan menghadapi kenyataan pahit bahwa kariernya bisa berakhir jauh lebih cepat dari perkiraan. Padahal, ia pernah dipilih sebagai nomor satu NBA Draft 2016, disertai ekspektasi yang sangat tinggi.

Perjalanan Awal yang Penuh Harapan

Simmons memulai karier NBA dengan sorotan besar setelah terpilih sebagai pemain nomor satu pada draft 2016. Ia sempat absen sepanjang musim pertama karena cedera kaki, namun bangkit dengan memenangkan Rookie of the Year 2018. Banyak yang memprediksinya sebagai calon bintang generasi berikutnya berkat kemampuan playmaking dan ukuran tubuh yang mengesankan.

Antara tahun 2018 hingga 2021, performanya terlihat stabil. Ia masuk tiga kali NBA All-Star, satu kali All-NBA Team, serta dua kali All-Defensive First Team. Ia juga dikenal sebagai pilar pertahanan utama Philadelphia 76ers.

Bakat Besar Namun Penuh Keterbatasan

Walaupun punya potensi besar, Simmons kerap dikritik karena enggan melakukan tembakan jarak jauh dan sering kesulitan di garis tembakan bebas. Kelemahan itu semakin terlihat dalam babak playoff. Puncaknya terjadi pada semifinal Wilayah Timur 2021 melawan Atlanta Hawks, ketika ia hanya berhasil memasukkan tiga tembakan dalam tujuh pertandingan, membuat publik meragukan masa depannya.

Analisis Tajam dari Bill Simmons

Analis NBA terkenal, Bill Simmons, bahkan menempatkan Ben Simmons sebagai “kekecewaan terbesar” dalam daftar draft 25 tahun terakhir. Ia menyebut kejatuhan karier Simmons sebagai salah satu yang paling mengejutkan dibanding pemain lain.

“Saya membuat daftar pemain yang paling mengecewakan saya… dan nomor satu dalam 25 tahun terakhir adalah Ben Simmons,” ujar Bill Simmons dalam podcastnya.

Simmons pernah dianggap sebagai bintang masa depan Australia dan bahkan sempat masuk daftar 10 pemain terbaik NBA pada masa awal kariernya. Namun kini ia harus menghadapi kenyataan bahwa kariernya berada di ujung tanduk.

Dulu Mirip LeBron, Kini Tanpa Tim

Bill Simmons pernah membandingkan gaya bermain Ben Simmons dengan LeBron James, terutama saat ia berlari cepat menuruni lapangan. Secara defensif, ia dianggap salah satu yang terbaik di liga. Namun semua itu berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir.

Performa Simmons terus menurun. Brooklyn Nets kemudian melakukan buy-out contract, mengakhiri masa kontrak mahalnya—di mana Simmons bahkan menerima lebih dari seratus juta dolar meski jarang bermain. Selama tiga musim di Nets, ia hanya tampil dalam 90 pertandingan dengan angka skor yang merosot hingga satu digit.

Kesempatan Kedua yang Tidak Bertahan Lama

Ben Simmons sempat mencoba bangkit lewat kontrak minimum bersama Los Angeles Clippers. Dalam beberapa pertandingan singkat, ia menunjukkan kilasan kemampuan bertahan yang dulu membuatnya menonjol. Ia juga sempat menepis kritik dengan berkata, “Saya seorang pesaing, saya hanya ingin bertanding… Saya tidak peduli omongan media sosial.”

Namun upaya comeback itu tidak berlangsung lama. Pada pertengahan 2025, Clippers melepaskannya dan menjadikannya free agent. Ia kemudian dikabarkan menolak setidaknya satu tawaran kontrak minimum dan tetap memilih untuk tidak pensiun—walau belum mendapat tempat di tim mana pun.

Penutup

Karier Ben Simmons adalah salah satu perjalanan paling dramatis dalam sejarah NBA modern—dari prospek bintang, All-Star berturut-turut, hingga jatuh ke titik terendah di usia yang masih muda. Meski banyak yang menganggapnya sebagai kekecewaan terbesar NBA abad ini, Simmons menegaskan ia belum menyerah.

Refrence : Mainbasket

Exit mobile version