Site icon BLOG SPORT

Cavaliers Tertinggal 2-0, James Harden Masih Sulit Bangkit

Cavaliers Tertinggal 2-0, James Harden Masih Sulit Bangkit

Cleveland Cavaliers berada dalam situasi sulit saat menjalani semifinal Wilayah Timur Playoff NBA 2026. Setelah menelan dua kekalahan beruntun, Cavaliers kini tertinggal 0-2 dari Detroit Pistons. Kondisi ini membuat tekanan terhadap tim semakin besar, terutama karena performa salah satu bintang mereka, James Harden, belum sesuai harapan.

Pada Gim 2 yang berlangsung Kamis (7/5) di Little Caesars Arena, Detroit, Cavaliers harus mengakui keunggulan Pistons dengan skor 97-107. Bermain di kandang sendiri, Pistons tampil agresif sejak awal pertandingan dan berhasil menjaga kendali permainan dalam sebagian besar laga.

Cavaliers sempat memberikan perlawanan pada awal kuarter keempat. Namun, momentum tersebut tidak berlangsung lama. Pistons kembali mengambil alih ritme permainan dan memastikan kemenangan kedua mereka dalam seri ini.

James Harden Belum Menemukan Performa Terbaik

James Harden menjadi salah satu pemain yang paling disorot dalam kekalahan Cavaliers. Pemain berjuluk The Beard itu hanya mencetak 10 poin, 6 rebound, dan 3 asis selama 37 menit bermain.

Dari sisi akurasi, Harden hanya mampu memasukkan 3 tembakan dari 13 percobaan. Persentase tembakannya berada di angka 23 persen. Ia juga gagal mencetak poin dari empat percobaan tembakan tiga angka dan melakukan empat turnover, termasuk pada momen-momen penting pertandingan.

Catatan tersebut membuat performa Harden kembali mendapat perhatian. Sebagai pemain berpengalaman dan mantan MVP NBA 2018, Harden diharapkan mampu menjadi salah satu motor serangan Cavaliers. Namun, dalam dua gim awal seri ini, kontribusinya masih belum maksimal.

Harden Akui Banyak Membuang Peluang

Harden tidak menampik bahwa dirinya melewatkan banyak peluang dalam pertandingan tersebut. Ia menyebut masalah utamanya adalah buruknya akurasi tembakan, bukan karena kurangnya usaha atau keinginan untuk membantu tim.

Menurut Harden, pada paruh kedua ia mencoba lebih selektif dalam mengambil keputusan. Ia tidak ingin memaksakan tembakan pribadi jika ada peluang yang lebih baik untuk tim.

“Saya melewatkan banyak tembakan. Saat paruh kedua, saya rasa saya melewatkan dua tembakan. Kami mendapatkan tembakan yang lebih baik. Jadi saya hanya memilih dan menentukan posisi yang tepat untuk mencari tahu mana yang tepat dan tidak demi kebaikan tim,” ujar Harden.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Harden berusaha menyesuaikan diri dengan kebutuhan permainan. Namun, hasil di lapangan tetap belum cukup untuk membantu Cavaliers mencuri kemenangan di Detroit.

Kenny Atkinson Ambil Tanggung Jawab

Meski Harden menjadi sorotan, Pelatih Cavaliers Kenny Atkinson tidak sepenuhnya menyalahkan pemainnya. Atkinson justru mengambil tanggung jawab atas kekalahan tim dan menilai skema permainan Cavaliers belum berjalan optimal.

Menurut Atkinson, sistem serangan yang diterapkan belum mampu membuat Harden dan Donovan Mitchell keluar dari tekanan pertahanan Pistons. Kondisi itu membuat aliran serangan Cavaliers kurang lancar, terutama pada paruh kedua.

“Harden melakukan pekerjaan yang bagus untuk meningkatkan performanya. Tetapi serangan kami saat ini belum mencapai titik optimal ketika dia dan Don melepaskan diri dari tekanan. Kami tidak bisa membiarkan pemain legendaris kami saja yang bertanggung jawab. Saya akan menerima kesalahan itu,” kata Atkinson.

Pada paruh kedua Gim 2, Harden hanya mencatat 1 tembakan masuk dari 3 percobaan. Minimnya agresivitas tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Cavaliers kesulitan mengejar ketertinggalan.

Kritik untuk Harden Semakin Menguat

Kekalahan ini memperpanjang sorotan negatif terhadap Harden di babak playoff. Dalam laga tersebut, ia kembali mencatat performa dengan akurasi rendah. Pertandingan ini bahkan disebut menjadi penampilan playoff ke-20 Harden dengan akurasi tembakan di bawah 25 persen dari minimal 10 percobaan.

Catatan tersebut menjadi rekor negatif tersendiri dalam sejarah NBA selama 71 tahun terakhir. Tidak heran jika kritik terhadap Harden semakin ramai, terutama karena Cavaliers sedang membutuhkan kontribusi besar dari para pemain utamanya.

Namun, Cavaliers tampaknya belum kehilangan kepercayaan terhadap Harden. Dengan pengalaman panjang yang dimilikinya, Harden masih diharapkan bisa bangkit dan memberikan dampak besar pada pertandingan berikutnya.

Cavaliers Wajib Bangkit di Gim 3

Gim 3 akan menjadi kesempatan penting bagi Cavaliers untuk memperbaiki keadaan. Setelah kalah 101-111 di Gim 1 pada Selasa (5/5), Cavaliers kembali tumbang di Gim 2 dengan skor 97-107. Jika kembali kalah, posisi mereka akan semakin sulit dalam seri semifinal Wilayah Timur ini.

Pertandingan berikutnya akan digelar pada Sabtu (9/5) di Rocket Arena, markas Cavaliers. Bermain di depan pendukung sendiri bisa menjadi momentum bagi Cavaliers untuk bangkit dan memperkecil ketertinggalan.

Untuk itu, Cavaliers membutuhkan respons yang lebih kuat, baik dari sisi strategi maupun performa pemain utama. Harden, Mitchell, dan pemain inti lainnya harus tampil lebih efektif jika ingin menjaga peluang mereka tetap hidup.

Exit mobile version