Golden State Warriors menelan kekalahan telak 94–113 dari Philadelphia 76ers di Chase Center. Pertandingan tersebut berlangsung tanpa kehadiran Stephen Curry, sementara absennya Jimmy Butler juga menjadi sorotan. Di balik hasil buruk itu, muncul spekulasi besar soal masa depan Draymond Green yang disebut-sebut berpotensi memainkan laga terakhirnya bersama Warriors.
Rumor yang beredar menyebutkan Draymond menjadi salah satu aset yang dipertimbangkan dalam skema pertukaran besar untuk mendatangkan Giannis Antetokounmpo. Isu tersebut mencuat menjelang batas waktu perdagangan NBA yang tinggal hitungan hari.
Draymond Green Angkat Bicara Jelang Trade Deadline
Menjelang penutupan bursa transfer, Draymond akhirnya buka suara. Pemain yang pernah meraih gelar Defensive Player of the Year 2017 itu tetap diturunkan dan mencatatkan 6 poin, 7 rebound, serta 3 asis dalam 25 menit bermain.
Ia menegaskan tidak merasa terganggu dengan rumor pertukaran tersebut. Menurutnya, kepentingan tim tetap menjadi prioritas utama.
“Saya tahu banyak orang penasaran dengan perasaan saya. Apakah saya marah? Sama sekali tidak. Jika menukar saya adalah keputusan terbaik bagi organisasi, maka itulah yang harus dilakukan,” ujar Draymond.
Sinyal Pertukaran Kian Menguat
Sumber liga menyebut kepada ESPN bahwa Warriors memang melibatkan Draymond dalam pembicaraan pertukaran. Dengan hanya satu hari tersisa sebelum batas waktu trade deadline, peluang perpisahan semakin terbuka. Jika kesepakatan tercapai, maka perjalanan Draymond bersama Warriors akan berakhir setelah 14 musim.
Pemain berusia 35 tahun itu menegaskan tidak merasa diperlakukan secara tidak adil oleh manajemen tim.
“Saya tidak merasa mereka bersikap tidak adil kepada saya. Saya benar-benar tidak merasa seperti itu,” lanjutnya.
Percakapan dengan pelatih kepala Steve Kerr bahkan membuat Draymond semakin yakin bahwa kemungkinan pertukaran tersebut nyata. Ia mengaku telah memberi tahu anaknya sebelum pertandingan bahwa Warriors berpeluang melepasnya keesokan hari.
Warisan Draymond Green di Golden State
Draymond Green direkrut Warriors sebagai pilihan ke-35 pada ronde kedua NBA Draft 2012. Sejak itu, ia menjadi bagian penting dari era keemasan Warriors dengan mempersembahkan empat gelar juara NBA dalam rentang 2015 hingga 2022.
Warriors juga mencatat sejarah dengan lima kali tampil beruntun di Final NBA serta menorehkan rekor musim reguler terbaik sepanjang masa dengan 73 kemenangan dan 9 kekalahan.
“Saya sudah berada di sini selama 13,5 tahun. Itu waktu yang sangat panjang. Jika ini memang akhir perjalanan saya di sini, maka itu adalah perjalanan yang luar biasa,” ungkap Draymond.
Situasi Warriors Kian Tertekan
Di sisi lain, performa Warriors tengah menurun. Mereka menelan lima kekalahan dalam tujuh laga terakhir dan kini mencatat rekor 27–24. Posisi mereka tertahan di peringkat delapan klasemen, semakin tertinggal dari Minnesota Timberwolves yang mengoleksi 31 kemenangan.
Dengan tekanan performa dan rumor pertukaran besar yang terus bergulir, masa depan Draymond Green bersama Warriors kini berada di titik krusial.

