Lima bulan setelah diberhentikan sebagai kepala pelatih Villanova Wildcats, Kyle Neptune akhirnya mendapatkan kesempatan baru dalam karier kepelatihannya. Menurut laporan Shams Charania dari ESPN, Neptune telah menyetujui kesepakatan untuk bergabung sebagai asisten pelatih Charlotte Hornets di bawah kepemimpinan Charles Lee.
Penunjukan ini diumumkan pada Jumat (29/8) waktu Amerika Serikat, kurang dari dua bulan menjelang dimulainya musim NBA 2025/2026.
Perjalanan Karier Awal Neptune
Neptune memulai perjalanan kepelatihannya pada tahun 2010, setelah sebelumnya menjalani satu musim sebagai pemain profesional di Lithuania dan Puerto Riko. Ia pertama kali bergabung dengan Villanova sebagai asisten pelatih dan bertahan selama delapan musim.
Pada 2021, ia mendapat kesempatan besar menjadi pelatih kepala di Universitas Fordham. Setahun kemudian, Neptune kembali ke Villanova, kali ini sebagai pelatih kepala untuk menggantikan Jay Wright, sosok legendaris dalam program basket universitas tersebut.
Masa Sulit Bersama Villanova
Sayangnya, karier Neptune di Villanova tidak berjalan sesuai harapan. Selama tiga musim kepemimpinannya, tim mencatatkan rekor 54-47 secara keseluruhan dan 31-29 di Big East. Wildcats gagal melangkah lebih jauh dari babak kedua Turnamen Big East dan tidak pernah lolos ke Turnamen NCAA.
Musim lalu menjadi titik balik, dengan catatan 31-27 yang dianggap mengecewakan. Alhasil, pihak universitas memutuskan untuk memecat Neptune setelah tiga tahun masa kepelatihannya.
Tantangan Baru di Charlotte Hornets
Bergabung dengan Charlotte Hornets menjadi babak baru dalam karier Neptune. Tim ini mencatat rekor 19-63 pada musim pertama Charles Lee sebagai pelatih kepala. Namun, Hornets kini sedang membangun fondasi baru dengan deretan bintang muda seperti LaMelo Ball dan Brandon Miller.
Selain itu, mereka menambahkan talenta potensial melalui NBA Draft, termasuk Kon Knueppel (Duke), Liam McNeeley (UConn), Ryan Kalkbrenner (Creighton), dan Sion James (Duke). Neptune dipandang bisa memberi kontribusi signifikan, terutama karena ia pernah menghadapi McNeeley dan Kalkbrenner saat melatih Villanova di Big East.
Dari Timur Laut ke NBA
Charlotte akan menjadi pengalaman baru bagi Neptune yang sebagian besar hidup dan kariernya berada di wilayah timur laut Amerika. Sebelumnya, ia bermain empat tahun di Lehigh University, lalu memulai karier kepelatihannya sebagai koordinator video di Villanova pada 2008.
Meskipun riwayatnya sebagai pelatih kepala di perguruan tinggi tidak terlalu gemilang, hal itu tidak berarti ia tidak mampu berkontribusi di NBA. Perbedaan besar antara basket kampus dan profesional terletak pada peran rekrutmen. Jika di perguruan tinggi Neptune dinilai kurang berhasil mendatangkan talenta top, maka di NBA hal itu bukan lagi tanggung jawabnya sebagai asisten pelatih.
Harapan untuk Karier Neptune
Bagi Charlotte Hornets, kehadiran Kyle Neptune bisa menjadi tambahan berharga dalam staf kepelatihan. Dengan pengalaman panjang di level kampus dan pemahaman mendalam tentang strategi permainan, ia diharapkan bisa membantu mengembangkan pemain muda serta mendukung visi Charles Lee membangun tim kompetitif.
Bagi Neptune sendiri, kesempatan ini merupakan peluang untuk membuktikan kualitasnya di level profesional. Meski gagal bersinar di Villanova, perjalanan di NBA bisa membuka lembaran baru dalam kariernya.
Kesimpulan
Kyle Neptune mungkin tidak meninggalkan catatan gemilang sebagai pelatih kepala Villanova, namun bergabung dengan Charlotte Hornets memberinya kesempatan untuk memulai kembali di panggung NBA. Dengan peran barunya sebagai asisten pelatih, ia tidak lagi terbebani oleh urusan rekrutmen, melainkan bisa fokus pada pengembangan strategi dan pemain.
Bagi Hornets, langkah ini bisa menjadi bagian dari proses membangun tim muda yang lebih solid. Bagi Neptune, inilah kesempatan untuk menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki potensi besar di dunia kepelatihan basket profesional.
Refrence : Mainbasket