Bintang NBA sekaligus pemain Dallas Mavericks, Kyrie Irving, kembali menegaskan sikapnya dalam mendukung rakyat Palestina. Melalui media sosial, Irving mengganti foto profil Instagramnya dengan potret Yaqeen Hammad, seorang anak perempuan Palestina berusia 11 tahun yang meninggal akibat serangan udara Israel di Gaza.
Langkah ini menjadi bentuk solidaritas Irving terhadap korban konflik, khususnya anak-anak di Gaza yang menjadi sasaran paling rentan dalam agresi tersebut.
Siapa Yaqeen Hammad?
Yaqeen Hammad dikenal sebagai salah satu aktivis termuda di Gaza. Meski masih berusia 11 tahun, ia aktif membagikan dokumentasi tentang kehidupan sehari-hari anak-anak di bawah gempuran serangan Israel. Tujuannya sederhana: meningkatkan kesadaran dunia mengenai kondisi nyata di Gaza.
Tragisnya, Hammad meninggal pada 24 Mei lalu di Deir al-Balah saat serangan Israel. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi warga Gaza, tetapi juga mereka yang mengikuti perjuangannya di media sosial.
Konsistensi Irving dalam Menyuarakan Solidaritas
Aksi Irving kali ini bukan yang pertama. Sang pemain 9 kali NBA All-Star dikenal aktif menyuarakan dukungan terhadap Palestina melalui berbagai cara.
Beberapa contoh sikapnya antara lain:
-
Menghadiri konferensi pers setelah gim Mavericks dengan mengenakan keffiyeh, syal bermotif hitam putih yang menjadi simbol budaya Palestina.
-
Memakai aksesoris dan gelang bergambar peta Palestina di berbagai kesempatan publik.
-
Menggunakan akun media sosial pribadinya untuk mengangkat isu kemanusiaan yang menimpa rakyat Gaza.
Keberanian Irving menuai apresiasi karena ia berani menggunakan popularitasnya sebagai atlet untuk mengadvokasi isu global yang kerap dipandang sensitif.
Dukungan dari Bintang NBA Lain
Selain Irving, ada beberapa pemain NBA lain yang juga menunjukkan kepeduliannya terhadap Palestina, seperti Jaylen Brown dan Dwight Howard. Meski begitu, mereka lebih berhati-hati dalam menyatakan dukungan karena adanya tekanan dan ancaman.
Dwight Howard, misalnya, pernah membagikan cuitan “Free Palestine” saat masih bermain untuk Houston Rockets. Namun, tak lama kemudian ia menerima banyak tekanan, bahkan dari pihak liga. Howard mengaku mendapat telepon dari komisioner NBA serta berbagai pihak yang memintanya menghapus unggahan tersebut agar tidak terjerat masalah serius.
“Kurang dari 10 menit setelah saya menulis ‘Free Palestine’, saya langsung ditelepon oleh pihak NBA, yayasan saya, dan orang-orang dari Texas. Mereka semua menyuruh saya menghapus unggahan itu,” ungkap Howard.
Pentingnya Suara Atlet Dunia
Kasus Kyrie Irving menjadi contoh bagaimana atlet dunia dapat berperan dalam menyuarakan isu kemanusiaan. Dengan basis penggemar global, suara mereka sering kali lebih mudah didengar oleh masyarakat internasional.
Bagi rakyat Palestina, dukungan seperti ini memberi semangat moral sekaligus memperkuat kesadaran publik internasional mengenai kondisi di Gaza. Meski berisiko menghadapi kritik atau tekanan, Irving dan sejumlah atlet lain tetap memilih menggunakan platform mereka untuk menyuarakan solidaritas.
Kesimpulan
Kyrie Irving sekali lagi membuktikan bahwa perannya tak hanya sebatas lapangan basket. Dengan mengganti foto profilnya menjadi potret Yaqeen Hammad, mengenakan simbol keffiyeh, hingga berbicara secara terbuka, Irving menunjukkan konsistensinya dalam mendukung Palestina.
Meski isu ini penuh risiko politik, suara dari figur publik seperti Irving penting untuk mengingatkan dunia bahwa tragedi di Gaza bukan hanya angka, tetapi juga kehidupan manusia, terutama anak-anak yang tidak berdosa.
Refrence : Mainbasket