Press "Enter" to skip to content

LeBron Akui Lakers Tak Mampu Menyaingi Tripoin Kings

Los Angeles Lakers harus menelan kekalahan ketiga secara beruntun setelah tumbang 112–124 dari Sacramento Kings di Golden 1 Center. Usai pertandingan, LeBron James secara terbuka mengakui bahwa performa ofensif Lakers menjadi titik lemah utama dalam laga tersebut.

Menurut LeBron, Lakers sebenarnya tampil cukup solid di sisi pertahanan. Namun, perbedaan besar terjadi pada efektivitas tembakan jarak jauh. Kings tampil sangat tajam dari luar garis tripoin, sementara Lakers kesulitan menemukan ritme serangan.

“Saya rasa kami bertahan dengan cukup baik. Masalahnya, mereka memasukkan banyak tripoin dan kami tidak. Ini salah satu malam ketika tembakan kami tidak masuk,” ujar LeBron seusai pertandingan.


Awal Menjanjikan yang Tak Bertahan Lama

Lakers sempat memulai laga dengan cukup meyakinkan. Tim asuhan JJ Redick unggul di awal kuarter pertama dan terlihat menguasai permainan. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan sekitar 10 menit.

Kings perlahan menemukan ritme dan berhasil membalikkan keadaan, menutup kuarter pertama dengan keunggulan 32–28. Setelah itu, tim tuan rumah tampil semakin agresif dan konsisten di tiga kuarter berikutnya.


Hujan Tripoin Kings Jadi Pembeda

Sacramento tampil luar biasa efisien sepanjang pertandingan. Kings mencatatkan akurasi tembakan 59 persen (48 dari 82 percobaan), termasuk performa luar biasa dari jarak jauh. Mereka memasukkan 17 tripoin dari 26 percobaan atau setara dengan 65 persen.

Catatan tersebut menjadi rekor buruk bagi Lakers. Ini merupakan persentase tripoin tertinggi yang pernah mereka izinkan dalam satu pertandingan dengan minimal 25 percobaan lawan.

Beberapa pemain Kings tampil sangat menonjol. Malik Monk, yang masuk dari bangku cadangan, menjadi salah satu pembeda. Ia hanya gagal dua kali dari sembilan percobaan tripoin dan menyelesaikan laga dengan 26 poin serta delapan asis dalam 31 menit bermain.

LeBron Akui Lakers Tak Mampu Menyaingi Tripoin Kings

Russell Westbrook juga berkontribusi besar dengan empat tripoin dari delapan percobaan, menghasilkan 22 poin, lima rebound, dan tujuh asis. Sementara itu, DeMar DeRozan memimpin Kings lewat 32 poin, enam asis, dan tiga steal dengan akurasi tinggi (14 dari 19 tembakan).

Dukungan tambahan datang dari Zach LaVine yang mencetak 22 poin, lima rebound, dan tujuh asis, serta Maxime Raynaud dengan 11 poin dan empat rebound.


Lakers Tumpul dari Luar Garis

Sebaliknya, Lakers kesulitan menandingi ketajaman Kings. Mereka hanya mampu memasukkan 41 dari 84 tembakan, dengan delapan tripoin sepanjang laga. Lakers sedikit terbantu oleh lemparan bebas, mencetak 22 dari 28 percobaan setelah Kings melakukan 18 pelanggaran.

JJ Redick menyoroti buruknya eksekusi serangan timnya. “Kami punya sekitar 50 peluang asis, tapi hanya 21 yang berhasil dimanfaatkan. Itu masalah utama kami. Kami harus terus percaya diri dan memperbaiki akurasi tembakan,” ujarnya.


Posisi Lakers Mulai Terancam

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Lakers. Mereka kini tidak pernah menang dalam tiga laga terakhir dan sudah kalah tujuh kali dari 11 pertandingan terakhir. Catatan tersebut membuat Lakers turun ke peringkat lima Wilayah Barat dengan rekor 23–14.

Dengan persaingan yang semakin ketat, Lakers dituntut segera menemukan solusi, khususnya dalam menjaga konsistensi ofensif dan mengimbangi tembakan jarak jauh lawan, jika ingin kembali ke jalur kemenangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *