Press "Enter" to skip to content

Resmi Pensiun, Jeremy Lin Tutup Perjalanan Kariernya

Jeremy Lin, pemain yang dikenal lewat fenomena “Linsanity” bersama New York Knicks pada 2012, resmi mengumumkan pensiun dari basket profesional pada Minggu. Setelah 15 tahun berkarier di NBA, Tiongkok, hingga Taiwan, Lin menutup perjalanannya dengan segudang pencapaian, termasuk gelar juara NBA bersama Toronto Raptors.


Awal Perjalanan di NBA

Lin memulai debut NBA pada musim 2010-2011 bersama Golden State Warriors sebagai pemain free agent yang tidak terpilih dalam draft. Ia tampil di 29 pertandingan sebagai pemain cadangan. Kesempatan emas datang saat bergabung dengan New York Knicks pada Desember 2011.

Cedera yang dialami Iman Shumpert membuka jalan bagi Lin untuk masuk ke susunan pemain inti. Dalam 10 penampilan pertamanya, Lin langsung memukau dengan rata-rata 23,8 poin dan 9,4 asis per gim, memicu euforia yang dikenal sebagai Linsanity. Madison Square Garden pun menjadi saksi lahirnya bintang baru yang fenomenal.


Fenomena “Linsanity”

Musim 2011-2012 menjadi momen paling ikonik dalam karier Lin. Dengan performa luar biasa, ia menutup musim dengan rata-rata 18,2 poin dan 7,7 asis per pertandingan, menjadikannya sorotan publik dunia.

Meski akhirnya pindah ke Houston Rockets pada musim berikutnya, popularitas Lin tetap terjaga. Ia sempat memperkuat beberapa tim NBA lain, termasuk Charlotte Hornets, Brooklyn Nets, Atlanta Hawks, hingga Toronto Raptors.

Resmi Pensiun, Jeremy Lin Tutup Perjalanan Kariernya


Juara NBA dan Karier Internasional

Puncak karier Lin di NBA adalah saat ia menjadi bagian dari Toronto Raptors yang meraih gelar juara NBA tahun 2019. Meski perannya terbatas, pencapaian ini menjadikannya pemain pertama keturunan Asia-Amerika yang memenangkan cincin juara NBA.

Setelah itu, Lin berkarier di luar negeri. Ia sempat bermain di Chinese Basketball Association (CBA), G League bersama Santa Cruz Warriors, dan kemudian kembali ke Asia dengan bergabung di New Taipei Kings. Bersama tim Taiwan tersebut, Lin meraih dua gelar juara beruntun pada 2024 dan 2025, sekaligus dinobatkan sebagai MVP Musim Reguler dan MVP Final TPBL.


Pidato Pensiun Penuh Emosi

Dalam unggahan media sosialnya, Lin mengungkapkan rasa syukur sekaligus berat hati meninggalkan basket.

“Saya menghabiskan 15 tahun karier dengan sadar suatu hari harus mengucapkan selamat tinggal. Hari ini adalah keputusan tersulit dalam hidup saya,” tulis Lin.

Ia menyebut kesempatan bermain di NBA sebagai sebuah “kehormatan seumur hidup”, apalagi sebagai salah satu pemain Asia-Amerika pertama yang berhasil menembus panggung tertinggi basket dunia.

“Saya telah mewujudkan impian masa kecil saya untuk bermain di hadapan penggemar di seluruh dunia. Terima kasih telah percaya pada saya dan selalu mendukung di masa sulit maupun bahagia,” tambahnya.


Warisan Jeremy Lin

Lin lahir dari keluarga Taiwan-Amerika di San Francisco Bay Area. Ia sempat kesulitan mendapat beasiswa atletik dan bermain di Universitas Harvard. Tidak dipilih dalam draft NBA, perjuangannya hingga menciptakan fenomena Linsanity menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Dengan statistik karier NBA rata-rata 11,6 poin, 4,3 asis, 2,8 rebound, dan 1,1 steal per gim, Lin meninggalkan jejak berharga. Tak hanya soal angka, namun juga soal representasi dan perjuangan.

Jeremy Lin kini resmi pensiun di usia 37 tahun, meninggalkan warisan besar bagi basket dunia dan menjadi teladan bahwa kerja keras, keyakinan, dan mimpi bisa mengalahkan segala keterbatasan.

Refrence : Mainbasket

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *