Los Angeles Lakers mulai melakukan pembenahan menjelang musim berikutnya. Salah satu langkah awal yang diambil adalah menunjuk Rohan Ramadas sebagai asisten manajer umum untuk bidang strategi dan sistem data.
Ramadas akan bekerja di bawah Manajer Umum Lakers, Rob Pelinka. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat struktur manajemen tim, terutama dalam hal analisis data, strategi operasional, dan pengelolaan salary cap.
Langkah ini menjadi salah satu keputusan penting Lakers setelah perjalanan mereka di Playoff NBA 2026 berakhir. Lakers tersingkir di semifinal Wilayah Barat usai kalah 0-4 dari Oklahoma City Thunder.
Pengalaman Panjang Bersama Pelicans
Sebelum bergabung dengan Lakers, Rohan Ramadas menghabiskan sembilan musim bersama New Orleans Pelicans. Dalam dua musim terakhir, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Strategi dan Operasi Bola Basket.
Pengalaman tersebut membuat Ramadas dianggap memiliki pemahaman kuat dalam pengelolaan tim NBA modern. Ia terlibat dalam berbagai aspek penting, mulai dari strategi roster, evaluasi pemain, hingga pengembangan sistem pendukung keputusan.
Bagi Lakers, latar belakang Ramadas menjadi nilai tambah. Tim yang berbasis di Los Angeles itu sedang berusaha membangun struktur yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan NBA masa kini.
Rob Pelinka Ingin Perkuat Kantor Depan
Rob Pelinka, yang juga menjabat sebagai Presiden Klub Lakers, sebelumnya telah menyampaikan keinginan untuk memperkuat kantor depan tim. Penunjukan Ramadas menjadi bagian dari rencana tersebut.
Pelinka menilai Ramadas memiliki kombinasi pengalaman dan kemampuan analitis yang dibutuhkan Lakers. Keahliannya di bidang data dan strategi diyakini dapat membantu tim dalam mengambil keputusan yang lebih matang.
Lakers juga disebut sedang memasuki fase transformasi di bawah kepemilikan Mark Walter setelah pembelian saham mayoritas dari keluarga Buss. Karena itu, perubahan di jajaran manajemen menjadi langkah penting untuk membangun arah baru organisasi.

Fokus pada Strategi dan Salary Cap
Peran utama Ramadas di Lakers akan berpusat pada strategi, pengelolaan salary cap, serta pengembangan teknologi internal tim. Tugas ini sangat penting karena NBA modern menuntut organisasi untuk lebih cermat dalam mengelola kontrak pemain dan ruang gaji.
Salary cap menjadi salah satu faktor besar dalam membangun tim kompetitif. Keputusan kontrak, pertukaran pemain, dan perekrutan free agent harus dihitung dengan matang agar tidak mengganggu fleksibilitas tim.
Dengan keahlian analitis Ramadas, Lakers berharap bisa lebih efisien dalam menyusun komposisi pemain dan mengambil keputusan strategis.
Lakers Masih Akan Tambah Posisi Baru
Penunjukan Ramadas bukan satu-satunya langkah Lakers dalam memperkuat kantor depan. Tim tersebut juga dikabarkan akan mengisi posisi asisten manajer umum lain yang berfokus pada draft, evaluasi pemain, dan pengembangan pemain.
Hal ini menunjukkan bahwa Lakers ingin membangun struktur manajemen yang lebih lengkap. Tidak hanya mengandalkan nama besar dan pengalaman tradisional, Lakers mulai memberi perhatian lebih besar pada data, teknologi, dan proses evaluasi jangka panjang.
Pendekatan seperti ini penting untuk menjaga daya saing di tengah NBA yang semakin kompetitif.
Latar Belakang Unik Rohan Ramadas
Salah satu hal menarik dari Ramadas adalah latar belakangnya yang tidak biasa untuk seorang eksekutif NBA. Ia merupakan lulusan teknik astronautika dari University of Southern California.
Sebelum berkarier di dunia basket, Ramadas bekerja selama 12 tahun di sektor antariksa. Ia pernah berkarier bersama NASA, Aerospace Corporation, dan US Space Force sebagai insinyur di bidang panduan roket, navigasi, kontrol, serta desain misi.
Pengalaman tersebut memberinya kemampuan teknis dan analitis yang kuat. Keahlian itu kemudian ia bawa ke dunia NBA, terutama dalam pengembangan sistem data dan pengambilan keputusan berbasis angka.
Pernah Menjadi Analis Draft Miami Heat
Sebelum bekerja bersama New Orleans Pelicans, Ramadas juga pernah menjadi analis draft untuk Miami Heat. Di sana, ia ikut terlibat dalam proses evaluasi pemain muda dan pengembangan sistem pendukung keputusan.
Pengalaman tersebut memperkuat reputasinya sebagai sosok yang memahami analisis data dalam dunia basket. Ia tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga pengalaman langsung dalam lingkungan organisasi NBA.
Kemampuan Ramadas dalam menggabungkan teknologi, data, dan strategi basket menjadi alasan Lakers tertarik membawanya ke jajaran manajemen.
Lakers Menuju Pendekatan Lebih Modern
Penunjukan Rohan Ramadas menjadi sinyal bahwa Lakers mulai bergerak menuju pendekatan yang lebih modern. Organisasi yang selama ini dikenal dengan sejarah besar dan tradisi kuat kini mulai membuka ruang lebih besar untuk inovasi teknologi.
NBA saat ini semakin bergantung pada data. Evaluasi pemain, strategi roster, keputusan kontrak, hingga proyeksi performa membutuhkan analisis yang lebih dalam. Dengan masuknya Ramadas, Lakers berharap dapat mengikuti perkembangan tersebut.
Perubahan ini bisa menjadi bagian penting dari upaya Lakers kembali bersaing di papan atas NBA.
